Kitab suci Al-Qur'an yang 30 juz itu terdiri dari 114 surat, diawali surat Al Fatihah dan diakhiri surat An-Nas. Dri 114 surat itu ada yang ke 12, namanya "surat Yusuf" yang terdiri dari 111 ayat. Setelah menerangkan di ayat 1 dari 111 ayat itu bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu nyata-nyata dari Allah, dan di ayat 2 menerangkan bahwa Al-Qur'an diturunkan supaya dipahami, maka selanjutnya mulai ayat 3 sampai ayat 111 (ayat terakhir) sepenuhnya menerangkan bahwa Nabi Yusuf adalah sosok manusia yang pas, pantas dan tepat menjadi pemimpin ummat atau bangsa.
Nabi Yusuf sejak sebelum diangkat menjadi Nabi (sejak kecil) sudah mulai menerima dari Allah semacam ujian agar bisa diketahui kesabaran dan kejujurannya. Yusuf pernah dibuang oleh saudara-saudaranya, dimasukkan ke dalam sebuah sumur yang akhirnya disematkan oleh khalifah yang bermaksud menimba air sumur tersebut dan kemudian Yusuf dijual di Mesir. Dari sini kita bisa mengambil pengertian bahwa Yusuf memulai kehidupan duniawiyahnya berangkat dari nol, sebab tanpa modal harta, jauh dari orang tuanya, lagi tak disukai saudara-saudaranya yang dengan teganya mereka membuang Yusuf ke dalam sumur. Yusuf yang konon kisahnya adalah seorang lelaki yang berpenampilan simpatik, pintar, cekatan lagi berwajah ganteng, dia dijadikan sebagai anak angkat dari bangsawan Mesir yang membelinya itu. Ketika dia menjadi dewasa, konon Zulaikha, istri bangsawan yang memungut Yusuf sebagai anak angkat itu jatuh cinta kepada Yusuf. Dijelaskan oleh Allah dalam ayat 23 dari surat Yusuf itu, bahwa wanita (Zulaikha) itu pernah merayu dan mengajak Yusuf supaya berbuat mesum dengannya (dengan Zulaikha). Saat itu Yusuf berkata yang diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran kita semua :
Artinya : Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya tuanku (suami dari Zulaikha) telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan berbahagia. (Q.S. 12 Yusuf : 23)
Diayat ini tampak bahwa Yusuf mampu menjaga diri dari godaann wanita walaupun wanita itu berparas cantik dan berdarah biru / ningrat. Yusuf merasa bahwa majikan yang memungut dia menjadi anak angkatnya itu memperlakukan dirinya dengan perlakuan yang sebaik-baiknya, sedangkan Zulaikha yang jatuh cinta pada dirinya adalah istri dari majikan yang baik hati. lagi pula Yusuf tahu bahwa zina adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah. Yusuf sadar jika sampai dirinya jatuh cinta kepada istri majikannya, Zulaikha, ditambah berzina denganya walaupun dari kemauan Zulaikha sendiri, berarti dirinya (Yusuf) telah berbuat zhalim, sedangkan orang yang berbuat zhalim itu tidak akan berbahagia dalam hidupnya di dunia dan di akhirat. Yusuf lebih suka dan lebih memilih hidup tanpa berbuat zhalim. Demikian kesaksian Allah tehadap kejujuran Yusuf.
Ujian kesabaran dan kejujuran Yusuf datang lagi, yaitu fitnah dari wanita yang jatuh cinta kepadanya dan tidak dismbutnya itu, sehingga akhirnya Yusuf dijebloskan masuk ke dalam penjara selam 7 tahun. Selama di dalam penjara yusuf memperoleh banyak pengalaman, bahwa orang-orang yang di penjara itu adakalanya memang orang salah, tetapi ada juga masuk ke dalam penjara tanpa adanya bukti-bukti salah melainkan karena semata-mata fitnah.
Setelah sekian lamanya Yusuf berada di dalam penjara, raja / penguasa tahu bahwa Yusuf yang berada di penjara itu bukan orang salah, dia orang yang baik, benar dan jujur lagi pintar, maka raja berkata sebagaimana kesaksian Al-Qur'an :
Artinya : Dan raja berkata : "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, raja berkata : "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami". (Q.S. 12 Yusuf : 54)
Maksudnya Yusuf diangkat oleh raja menjadi salah seorang yang ikut menangani tugas-tugas negara. Yusuf merasa bahwa dirinya bukanlah orang yang all round, yakni orang yang serba pintar, tetapi dia merasa insya Allah bisa menangani masalah perbendaharaan negara. Dari itu Yusuf berkata kepada raja yang ucapannya diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an sebagai berikut :
Artinya : Berkata Yusuf : "Jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir, sesungguhnya aku ornag yang menjaga lagi berpengetahuan". (Q.S. 12 Yusuf : 55)
Dengan modal jujur, sabar dan pintar atau modal beriman dan berilmu, Yusuf diangkat untuk menangani bidang garapan negara yang mengantar rakyat Mesir hidup makmur dan sejahtera merata.
مَعَاذَاللهِ اِنَّهُ رَبِّيْ اَحْسَنَ مَثْوَايَ اِنَّهُ لَايُفْلِحُ الظَّالِمُوْنَ (12 يوسف : 23)لا
Artinya : Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya tuanku (suami dari Zulaikha) telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan berbahagia. (Q.S. 12 Yusuf : 23)
Diayat ini tampak bahwa Yusuf mampu menjaga diri dari godaann wanita walaupun wanita itu berparas cantik dan berdarah biru / ningrat. Yusuf merasa bahwa majikan yang memungut dia menjadi anak angkatnya itu memperlakukan dirinya dengan perlakuan yang sebaik-baiknya, sedangkan Zulaikha yang jatuh cinta pada dirinya adalah istri dari majikan yang baik hati. lagi pula Yusuf tahu bahwa zina adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah. Yusuf sadar jika sampai dirinya jatuh cinta kepada istri majikannya, Zulaikha, ditambah berzina denganya walaupun dari kemauan Zulaikha sendiri, berarti dirinya (Yusuf) telah berbuat zhalim, sedangkan orang yang berbuat zhalim itu tidak akan berbahagia dalam hidupnya di dunia dan di akhirat. Yusuf lebih suka dan lebih memilih hidup tanpa berbuat zhalim. Demikian kesaksian Allah tehadap kejujuran Yusuf.
Ujian kesabaran dan kejujuran Yusuf datang lagi, yaitu fitnah dari wanita yang jatuh cinta kepadanya dan tidak dismbutnya itu, sehingga akhirnya Yusuf dijebloskan masuk ke dalam penjara selam 7 tahun. Selama di dalam penjara yusuf memperoleh banyak pengalaman, bahwa orang-orang yang di penjara itu adakalanya memang orang salah, tetapi ada juga masuk ke dalam penjara tanpa adanya bukti-bukti salah melainkan karena semata-mata fitnah.
Setelah sekian lamanya Yusuf berada di dalam penjara, raja / penguasa tahu bahwa Yusuf yang berada di penjara itu bukan orang salah, dia orang yang baik, benar dan jujur lagi pintar, maka raja berkata sebagaimana kesaksian Al-Qur'an :
وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُوْنِى بِهِ اَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ اِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِيْنٌ اَمِيْنٌ (12 يوسف : 54)لا
Artinya : Dan raja berkata : "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, raja berkata : "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami". (Q.S. 12 Yusuf : 54)
Maksudnya Yusuf diangkat oleh raja menjadi salah seorang yang ikut menangani tugas-tugas negara. Yusuf merasa bahwa dirinya bukanlah orang yang all round, yakni orang yang serba pintar, tetapi dia merasa insya Allah bisa menangani masalah perbendaharaan negara. Dari itu Yusuf berkata kepada raja yang ucapannya diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an sebagai berikut :
قَالَ اجْعَلْنِى عَلَى خَزَائِنِ الْاَرْضِ اِنِّى حَفِيْظٌ عَلِيْمٌ (12 يوسف : 55)لا
Artinya : Berkata Yusuf : "Jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir, sesungguhnya aku ornag yang menjaga lagi berpengetahuan". (Q.S. 12 Yusuf : 55)
Dengan modal jujur, sabar dan pintar atau modal beriman dan berilmu, Yusuf diangkat untuk menangani bidang garapan negara yang mengantar rakyat Mesir hidup makmur dan sejahtera merata.


