Sunday, February 21, 2016

RASULULLAH MENCINTAI TANAH AIRNYA

Orang beriman yang mencintai tanah airnya, dia telah mengikuti sebahagian dari sunnah Rasulullah S.A.W. karena beliau sangat mencintai kepada tanah airnya sebagaimana kita pahami dari riwayat berikut ini :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ اَبِى سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَدِيِّ بْنِ حَمْرَاءَ الزُّهْرِيِّ قَالَ : رَاَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاقِفًا عَلَى الْحَزْوَرَةِ فَقَالَ : وَاللهِ اِنَّكِ لَخَيْرُ اَرْضِ اللهِ وَاَحَبَّ اَرْضِ اللهِ اِلى اللهِ وَلَوْلَا اَنِّي اُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ. (رواه الترمذي ك الجزء الخا مس ص679 برس 11-8 باب في فضل مكة)لا

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uwail dari Az Zuhri dari Abi Salamah dari 'Abdillah bin 'Ady bin Hamrok Az Zuhri, dia berkata : aku melihat Rasulullah S.A.W. berdiri diatas Hazwaroh (anak bukit) yang kecil seraya bersabda : "Demi Allah sesungguhnya engkau (wahai Makkah) adalah bumi Allah yang paling cantik dan bumi yang tercinta disisi Allah. Andaikan aku tidak dilahirkan darimu (wahai Makkah), pastilah aku tidak lahir di dunia ini. (H.R. Turmudzi : juz 5, halaman 679, pada baris 8-11 dari atas, dalam "Babu fadhli Makkata").

Keterangan : Untaian kalimat dari sabda Nabi tersebut di atas adalah menggambarkan betapa besarnya rasa cinta hati Rasulullah S.A.W. terhadap tanah airnya, Makkah. Dari cintanya terhadap tanah airnya beliau menyatakan dengan kalimat : "engkau adalah bumi Allah yang paling cantik dan bumi yang tercinta disisi Allah". Beliau katakan seolah-olah beliau tidak akan lahir di dunia ini tanpa adanya bumi yang paling dicintainya dan lagi tercinta disisi Allah.

Dengan riwayat tersebut di atas itu, Rasulullah S.A.W. memberikan teladan kepada segenap orang beriman termasuk yang berada di bumi Indonesia ini supaya mencintai tanah airnya sehingga Indonesia ini adalah bumi yang paling dicintainya. Dalam kisah cinta ada ungkapan yang mengatakan :

مَنْ اَحَبَّ شَيْئًا فَهُوَ عَبْدُهُ

Artinya : Barangsiapa mencintai sesuatu, maka ia menjadi hambanya.

Ungkapan ini memang benar juga adanya sebagaimana kita lihat dan bahkan dialami oleh setiap insan remaja yang sedang dimabuk cinta terhadap insan remaja, dia disuruh apa saja oleh yang lagi dicintai pasti akan dia kerjakan juga walaupun beresiko.

Orang yang sedang bercinta akan selalu berbuat yang menyenangkan terhadap yang dicintainya itu. Ia berbuat sangat berhati-hati sekali terhadap yang dicintai itu agar perbuatannya tidak menjadikan sebab rusaknya cinta.

Demikian halnya anak bangsa harus cinta kepada tanh air bangsa itu sebagaimana telah Rasulullah S.A.W. contohkan dalam hadistnya tersebut di atas. Sebagai bukti cinta tanah air, maka anak bangsa harus berusaha memakmurkan tanah airnya dengan menegakkan pembangunan dan diprioritaskan yang menjadi kebutuhan pokok bagi anak bangsa itu sendiri terlebih dahulu. Allah berfirman : 

هُوَ اَنْشَأَكُمْ مِنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا (11 هود : 61)لا

Artinya : Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu sebagai pemakmurnya. (Q.S. 11 Hud : 61).

Apabila area bumi yang ada dalam ayat tersebut di atas itu kita perkecil menjadi bumi Indonesia misalnya, maka pengertian ayat itu sebagai berikut : Kamu bangsa Indonesia diciptakan Allah mendiami bumi Indonesia, maka kamu harus membangun di bumi Indonesia sehingga bangsa Indonesia ini bisa menikmati hidup makmur yang digali dari buminya bangsanya sendiri. Disamping ikhtisar lahiriah dengan membangun pisik materialnya, maka jangan dilupakan berdoa kepada Allah agar bangsa Indonesia yang tercinta ini dapat merasakan hidup damai, aman, tenteram, adil dan makmur yang diridhoi Allah. Selanjutnya sabda Nabi : 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِاَهْلِ الْمَدِيْنَةِ فِى مَدِيْنَتِهِمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِى صَاعِهِمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِى مُدِّهِمْ (رواه احمد : المجلد الاول ص 183 بارس 30-29)لا 

Artinya : Ya Allah berkahilah bagi penduduk Madinah di Madinah (negeri) mereka, dan berkahilah bagi penduduk Madinah baranag yang ditakar oleh mereka, dan berkahilah bagi penduduk Madinah barang yang ditimbang oleh mereka. (H.R. Ahmad : jilid 1, halaman 183, pada baris 29-30 dari atas).

Keterangan : Nabi mohon kepada Allah agar hatinya cinta kepada Madinah tempat beliau hijrah dan mohon mampu membangun pisik material dan mental spiritual sehingga dapat menjadikan penduduk Madinah hidup makmur, aman dan tenteram.

No comments:

Post a Comment