Allah sudah memberikan kabar-Nya kepada kita bahwa Allah pasti akan memberikan beraneka ragam ujian kepada semua hamba-Nya, tak terkecuali kepada hamba-Nya yang beriman. Ujian kepada orang yang beriman agar diketahui apakah imannya tulen atau palsu. Marilah kita renungkan Firman Allah berikut ini dengan sungguh-sungguh :
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُتْرَكُوْا اَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ لَايُفْتَنُوْنَ؟(29 العنكبوت: 2)لا
Artinya : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S. 29 Al 'Ankabut: 2).
Maksud ringkasan Firman Allah ini menjelaskan kepada kita semua bahwa orang yang sudah beriman pun tidak terlepas dari menerima ujian dari Allah. Artinya bahwa semua orang beriman pasti diuji keimannya oleh Allah. Ayat berikutnya :
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ (29 العنكبوت: 3)لا
Artinya : Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. 29 Al 'Ankabut: 3).
Maksud ringkasannya bahwa ujian Allah yang ditimpakan kepada orang-orang beriman itu agar tampak tulen atau palsunya iman orang yang bersangkutan.
MACAM-MACAM UJIAN DARI ALLAH
Macam-macamlah atau beraneka ragamlah ujian dari Allah kepada semua hamba-Nya sebagaimana Firman-Nya berikut ini :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ (2 البقرة: 155)لا
Artinya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu, dengan sedikit ketakutan, kepalaran, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S. 2 Al Baqoroh: 155).
Keterangan : Dengan Firman-Nya ini kita bisa menghitung sendiri diantara macam-macam cobaan Allah yang ditimpakan kepada hamba-Nya. Ada kalanya ketakutan, ada kalanya kelaparan, ada kalanya kekurangan harta / melarat, ada kalanya sakit-sakitan (lelaranen), dan ada kalanya paceklik dimana buah tidak ada, baik itu buah dari pohon ataupun itu buah dari perkawinan yang sudah lama.
Kepada siapa saja yang sabar dalam menerima cobaan itu, maka bergembiralah yang akan Allah anugrahkan kepadanya. Artinya, habis gelap terbitlah terang. Habis gelap terbitlah terang ini juga merupakan kesimpulan dari Firman Allah yang berbunyi :
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (93 الم نشرح: 6)لا
Artinya : Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S. 94 Alam Nasyrah: 6).
Maksudnya ialah agar manusia itu tahu bahwa kemudahan atau kelapangan itu akan didapat sesudah bersusah payah usaha dahulu. Hal ini dapat kita fahami juga dari kandungan Firman Allah berikut ini :
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (1 الفاتحة:5)لا
Artinya : Hanya kepada Engkaulah kami menyembah (ta'at beribadah), dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Q.S. 1 Al Fatihah: 5).
Diayat ini dapat kita lihat, bahwa ternyata setelah menyembah Allah, yakni setelah tunduk dan taat kepada Allah dikerjakan, maka barulah kemudian memohon pertolongan dan anugrah Allah, yakni bekerja dulu barulah diminta upahnya.
Cobaan yang lain lagi sudah Allah terangkan juga dengan Firman-Nya :
وَاعْلَمُوْا اَنَّمَا اَمْوَالُكُمْ وَاَولَادُكُمْ فِتْنَةٌ (28 الانفال: 8)لا
Artinya : Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan ujian. (Q.S. 28 Al Anfal: 8).
Kaya harta adalah cobaan atau ujian dari Allah bagi pemiliknya. Untuk apa anugrah harta yang telah Allah berikan kepadanya? Apabila harta itu hanya disimpan dan dihitung-hitung, atau digunakan untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan amal akherat, melainkan harta dunia hanya untuk dunia saja, maka si pemilik harta itu tidak lulus diuji oleh Allah dengan harta. Kelak menyesallah dia selamanya. (Q.S. 23 Al Mukminum: 99-100, dan Q.S. 104 Al Lumazah: 1-6).
Apabila harta dunia yang Allah anugrahkan kepada seseorang lantas harta itu dia manfaatkan sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya, seperti untuk keperluan sederhana rumah tangganya, untuk infaq dijalan Allah, zakat dan lain sebagainya, maka dia lulus diuji oleh Allah dengan hartanya.
Faqir harta adalah cobaan atau ujian dari Allah. Allah akan melihat kepada orang yang diujinya itu dalam usaha mendapatkan harta dunia yang ia perlukan. Jika dunia yang dicari itu dunia yang haram dan juga mencarinya dengan cara yang haram, maka dia tidak lulus dari ujian Allah. Apabila orang yang diuji dengan faqir harta itu tetap mencari harta yang halal dan dengan cara yang halal, berarti dia lulus ujiannya dari Allah lewat kekurangan harta itu.
Demikian pula anak dipasang oleh Allah kepada kita sebagai ujian. Tidak sedikit orang tua berduka cita lantaran anak, dan juga bergembira ria lantaran anak. Awas!

No comments:
Post a Comment